I'm Asep Rudi Casmana: Program Titian Muhibah 2012 Ke Malaysia dan Sigapura

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Jumat, 07 Desember 2012

Program Titian Muhibah 2012 Ke Malaysia dan Sigapura

Oleh Asep Rudi Casmana, Mahasiswa UNJ penerima Beasiswa Unggulan Mandiri Kemendikbud.




Senin, 19 November 2012. Pagi hari itu langit sangat cerah. Tepat pada pukul 06.30 WIB para mahasiswa berprestasi penerima beasiswa unggulan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Bank CIMB Niaga resmi diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mengikuti Program Titian Muhibah 2012 yang dilaksanakan selama empat hari tiga malam ke negara tetangga Malaysia dan Singapura. Mahasiswa yang diberangkatkan adalah mereka yang telah melakukan pencapaian tertinggi berupa prestasi di tingkat nasional bahkan internasional, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Mereka semua diberikan penghargaan tertinggi berupa studi banding dan wisata ke beberapa tempat di Malaysia dan Singapura, diantaranya adalah CIMB grup di Menara Bumiputra Malaysia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Istana Negara Malaysia, Air Asia Manajemen, Bank CIMB Singapura, Nanyang Technological University dan Universal Studio Singapura.

Program Titian Muhibah merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Bank CIMB Niaga selama empat hari tiga malam yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 sampai 22 November 2012. Acara ini telah sukses yang diikuti oleh 22 orang mahasiswa berprestasi dan 3 orang siswa SMA asal Indonesia serta 1 orang mahasiswa dari University of Malaya, Malaysia dan didampingi oleh 3 orang dari BPKLN Kemendikbud serta 2 orang dari Bank CIMB Niaga. Mereka yang terpilih adalah para siswa dan mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus di seluruh Indonesia yang memperoleh Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud dan CIMB Niaga, diantaranya ada mahasiswa dari UGM Jogja, Universitas Negeri Jakarta, ITB, IPB, UII Jogja, UI, UNPAD, UNHAS Makassar, ITS, SMA Balimandala, dan University of Malaya.
Tujuan dari program Titian Muhibah ini adalah bentuk penghargaan bagi para mahasiswa berprestasi penerima beasiswa unggulan dari Kemendikbud dan Bank CIMB Niaga. Mahasiswa Berprestasi yang dimaksud adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler maupun ko/ekstrakurikuler, mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris/Asing, bersikap positif, serta berjiwa Pancasila.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi mereka serta membuka pemikiran-pemikiran global dari para mahasiswa dengan mengunjungi beberapa tempat serta kampus yang ada di Singapura. Serta memotivasi untuk para mahasiswa lainnya yang belum lolos dalam program ini supaya dapat berprestasi yang lebih tinggi.
Kegiatan kunjungan hari pertama yaitu mengunjungi CIMB Grup di Menara Bumi Putra-ommerce 11 jalan Raja Laut Kuala Limpur, Malaysia. Para mahasiswa disambut oleh Pak Albert dan beberapa pimpinan dari masing-masing departemen CIMB Grup. Hal utama yang dipeoleh mahasiswa dalam pembahasan ini adalah “how to be a good employee?”.  Dalam diskusi ini para mahasiswa diberikan pemaparan mengenai proses seleksi pegawai hingga perilaku pada saat bekerja. Bapak Albert mengatakan bahwa hal terpenting dalam proses rekrutment pegawai adalah pengalaman, baik itu pengalaman dalam berorganisasi maupun pengalaman kegiatan lainnya. Merut dia indeks prestasi yang tinggi tidak akan menjamin seseorang untuk diterima pada suatu perusahaan jika tidak diimbangi oleh pengalaman dalam berorganisas. Perusahaan CIMB lebih mengutamakan calon pegawai yang memiliki pengalaman banyak. Yang kedua adalah perilaku, hal itu terlihat pada saat tes wawancara. Perilaku yang sopan dan santun baik terhadap sesama pegawai maupun terhadap atasan sangat diperlukan di perusahaan ini. Oleh sebab itu Pak Albert menyarankan kepada para mahasiswa untuk dapat aktif dalam organisasi kemahasiswaan, karena pengalaman tersebut akan sangat dibutuhkan di dunia kerja. Setelah berdiskusi para mahasiswa diajak untuk mengelilingi dan mengunjungi beberapa departemen CIMB Grup, diantaranya ke bagian Teknologi Informasi, Manajemen Multimedia dan yang lainnya. Hingga saat ini jumlah pegawai CIMB di seluruh negara ada sekitar 35.000 orang.
Pada hari kedua para mahasiswa diajak untuk mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di 233, Jalan Tun Razak, 50400 Kuala Lumpur, Malaysia dan disambut hangat oleh Bapak Nasrullah Ali-Fauzi dari bagian pendidikan. Dalam kunjungan hari kedua ini para mahasiswa berdiskusi mengenai tugas dan wewenang Kedutaan Besar di Kuala Lumpur, Beliau mengatakan bahwa tugas KBRI sangat sibuk dengan pelayanan setiah harinya terhadap WNI di Malaysia, ada sekitar 900 orang WNI setiap harinya yang mengantri untuk mengurus Paspor dan beberapa masalah yang dihadapi oleh Warga Negara Indonesia di Malaysia. Sedangkan jumlah warga negara Indonesia yang berada di Malaysia berjumlah dua juta orang dengan 15.000 orang pelajar dan mahasiswa. Mereka juga berdiskusi mengenai permasalahan-permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang sering mendapat perlakuan kurang baik dari para majikannya, hingga kasus terakhir yang terdengar kurang baik adalah mengenai TKI On Sale.
Setelah selesai berdiskusi di KBRI, para mahasiswa berprestasi melanjutkan perjalannya untuk mengelilingi Kota Kota Kuala Lumpur dengan mengunjungi beberapa tempat-tempat penting diantaranya ke Istana Negara Malaysia, Dataran Merdeka, Petronas Twin Tower, dan terakhir  mengunjungi Manajemen Air Asia di LCCT Terminal, Jalan KLIA S3 64000 Sepang, Selangor Darul Ehsan Malaysia. Dalam kunjungan ini mahasiswa asal Indonesia disambut langsung oleh mantan eksekutif Time Warner, Bapak Tony Fernandes. Dalam kunjungan ini para mahasiswa dijelaskan terlebih dahulu mengenai sejarah Air Asia yang dahulunya dimiliki oleh DRB-HICOM Pemerintah Malaysia hingga dibelinya oleh Tony Fernandes dengan harga simbolik RM. 1. Pada tanggal 2 Desember 2001. Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia Airlines. Beliau juga menjelaskan bahwa motto dari Air Asia yaitu “we make people fly”, yang artinya mereka akan membawa manusia ke daerah-daerah yang sulit untuk dijangkau oleh maskapai penerbangan yang lain, namun Air Asia lakukan dengan harga yang murah. Seperti rute terbaru dari Kuala Lumpur – Lombok yang telah diresmikan pada tahun 2012 ini. rute ini sulit dijangkau oleh maskapai penerbangan yang lain, namun dilakukan oleh Air Asia. Hingga saat ini AirAsia Indonesia melayani 26 rute dengan 52 penerbangan yang terkoneksi melalui lima bandara penghubung, yakni Cengkareng, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Medan.
Manajemen Air Asia merupakan destinasi terakhir di Malaysia. Kini para mahasiswa dilanjutkan untuk mengunjungi Negara Singapura. Negara ini merupakan negara pecahan dari Malaysia yang memerdekakan diri pada tahun 1965, Sebelum merdeka tahun 1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam dengan PDB per kapita $511, tertinggi ketiga di Asia Timur pada saat itu. Setelah merdeka, investasi asing langsung dan usaha pemerintah untuk industrialisasi berdasarkan rencana bekas Deputi Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk ekonomi Singapura saat ini.
Tempat pertama yang dikunjungi oleh Para Mahasiswa Indonesia adalah Bank CIMB Bank Berhand, 50 Raffles Place Singapura. Disana para masiswa disambut oleh Mr. Gan Bee Kim, Assistant Manager Learning & Talent Human Resource dan juga Evong Zing, seorang manager Internal Communications and Corporate Responsibility, Singapura. Disana para mahasiswa diajak untuk mengelilingi dan mengunjungi juga beberapa departemen. Ada beberapa hal yang sangat unik dan menakjubkan yaitu Bank CIMB singapura hanya memiliki dua cabang saja namun pendapatannya sudah mencapai S$ 700.000 per harinya. Negara kota ini telah memaksimalkan fasilitas internet dalam kehidupan sehari-harinya, mulai dari internet banking, sms banking dan yang lainnya. Sehingga penghasilan utamanya adalah dari Internet.
Selanjutnya kunjungan terakhir yaitu ke kampus Nanyang Technological University, Singapura. Kampus yang sangat luar biasa dan membuat para mahasiswa Indonesia terbuka pemikirannya. Dalam studi banding ke kampus ini para mahasiswa disambut oleh Bapak Tegoeh Tjahjowidodo, Ph.D. seorang Assistant Professor di School of Mechanical & Aerospace Engineering dan salah satu mahasiswa teknik mesin asal Indonesia yaitu Beni. Prof Tegoeh menjelaskan secara umum mengenai proses seleksi hingga fakultas dan jurusan yang ada di NTU Singapura. Di NTU tingkatan nya adalah Collegege dan School. College yang ada di Nanyang diantaranya adalah College of Business, College of Engineering, College of Humanities, Art and Social Science, College of Science dan tahun depan rencananya Nanyang Technological University akan membuka Kedokteran.
Destinyasi terakhir yaitu mengunjungi Universal Studio Singapura, sebagai city tour dan hiburan sekaligus penghargaan bagi para mahasiswa berprestasi Indonesia.
Para mahasiswa berprestasi Indonesia ini diharapkan menjadi terbuka pemikirannya dan terus meningkatkan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya terbatas pada kompetisi di dalam negeri saja.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar