I'm Asep Rudi Casmana: Yogyakarta

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2016

Arti sebuah penantian

Oleh Asep Rudi Casmana
Yogyakarta Kota Transit
Episode 4

Kala itu, waktu menunjukan pukul 21.15 tepatnya pada hari kamis, 10 Maret 2016. Nama sebuah hari yang terdiri dari lima huruf itu memang sudah tidak asing lagi untuk didengar oleh semua orang ketika mereka melaluinya termasuk diri saya, namun ada sesuatu yang sangat berbeda yang ternyata dapat merubah sebuah langkah masa depan saya khususnya untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sebagai seorang insan manusia agar dapat memberikan sebuah kontribusi untuk bangsa Indonesia.

Kurang lebih sekitar 445 hari lamanya saya menunggu hari kamis ini, semenjak terhitung tanggal 23 Desember 2014 dimana hari itu adalah pertama kalinya saya menginjakan kaki di sebuah provinsi ujung timur Jawa, tepatnya di sebuah tempat yang biasa digunakan orang-orang di seluruh Indonesia untuk belajar bahasa. Disana saya berusaha selain untuk memenuhi persyaratan administrasi, juga untuk meningkatkan kapasitas saya supaya dapat bergaul di lingkungan manca Negara.

Mungkin jika harus diceritakan satu persatu untuk menuliskan kisah-kisah senang, susah dan sedih di tempat itu, lima batang pena tidak akan cukup untuk menyampaikannya. Terlalu indah untuk dikenang, terlalu sedih untuk dirasa, bahkan terlalu seram apabila dibayangkan. Namun, pada akhirnya saya sudah berhasil melewati kisah-kisah bersejarah 
itu.

……….

Tepat pada pukul 21.30, ketika saya sedang berdiskusi dengan seseorang yang statusnya sebagai mahasiswa pasca sarjana Universitas Gadjah Mada, topik yang kami bicarakan pada waktu itu adalah pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, ada sebuah pesan elektronik masuk secara tiba-tiba ke telephon pintar saya yang berwarna biru tua tanpa disengaja. Pada awalnya, saya berasumsi bahwa pesan tersebut akan datang pada esok harinya karena waktu sudah malam dan angina dari jendela pun terasa masuk memenuhi ruangan kamar kami di Yogyakarta.

Karena tak sanggup untuk membuka dan melihat apa isi pesan tersebut, yang memang sudah dinanti berates-ratus hari, saya langsung meminta kepada kawan saya untuk membukakan dan membaca email tersebut. Dengan cekatan, tangannya langsung mengambil telephon pintar saya dan menyentuh serta mengusap-usap layarnya kebawah. Sorot matanya yang sangat tajam seolah-olah menggambarkan ada sesuatu yang negatif terjadi dari pesan itu, dia berusaha untuk membaca secara hati-hati apa yang tertulis dalam gawai itu.

Setelah dia melihat secara keseluruhan, tangan kananya yang sedang memegang gawai tersebut menunjukan layarya ke saya tepat berisi sebuah kata yang terdiri dari lima huruf yang secara langsung telah membuat detak jantung saya berdebar-debar kencang tak karuan.

Dengan huruf yang sangat tebal dan berwarna hitam dengan ukuran yang lebih besar dari yang lain, mungkin kira-kira ukurannya 30 kalau di Ms. Word telah menyatakan bahwa saya dinyatakan :

L O L O S

Sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2016 batch 1 untuk melanjutkan studi di jurusan Master of Education, Monash University, Australia.

Kurang lebih 445 hari lamanya saya berusaha merubah sebuah mimpi yang terbesit dalam lamunan hingga saat ini sudah menjadi kenyataan. Dan pada akhirnya, saya ingin segera untuk menginjakan kaki di sebuah Kota terbaik di dunia yaitu Melbourne, Australia. Insya Allah, jika proses administrasi seperti pengurusan perpanjangan passport, pembuatan Visa, proses LoA Monash University lancer, pada bulan Juni ini saya langsung terbang ke negeri Kanguru untuk melajar mengenai ilmu kebijakan pendidikan.

Dari sepenggal kisah ini, saya ingin mengajak dan memperlihatkan kepada teman-teman setia pembaca blog ini bahwa segala sesuatu itu dapat kita capai dan raih dengan sungguh-sungguh, dan focus kepada satu tujuan. Dengan mengerahkan segala kemampuan dan memaksimalkan setiap waktu yang terus berjalan, saya akan sangat yakin bahwa teman-teman akan mendapatkan lebih dari apa yang saya peroleh saat ini.
……………………………
Terimakasih banyak kepada teman teman yang telah menuliskan dan mengomentari sebuah pernyataan pribadi yang ada di media social saya. Saya berharap bahwa teman teman juga dapat sukses sesuai dengan apa yang dicita-citakan.

Sebenarnya masih banyak yang ini saya sampaikan bagaimana proses perjuangan dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memperoleh beasiswa LPDP ini, namun rasanya sangat berat untuk menahan kelopak mata agar tetap terus terbuka pada malam hari ini. Insya Allah saya akan menuliskan semua kisah senang sedih hingga saya mendapatkan beasiswa LPDP ini pada lembaran pena yang lainnya, mulai dari proses apa saja untuk dapat belajar IELTS hingga proses seleksi LPDP 2016. Oleh sebab itu, tetap keep up to date ke blog asep rudi ini.


Terimakasih

Selasa, 08 Maret 2016

LDR-an yuk neng “-Ulan” kaya Gerhana

Oleh Asep Rudi Casmana, S.Pd., S.Na. (Sang Novelis Amatiran)

EPisode 3 Yogyakarta Kota Transit

Pagi itu menunjukan pada tangga 9 Maret 2016, dimana Kang Asep sedang merasa sangat campur aduk perasaanya. Malam menjelang hari ini rasanya sangat sulit untuk memejamkan mata, karena ada sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu jawabannya pada tanggal 10 mendatang, which is hari Kamis. Emangnya ada apa sih Kang Asep? Entahlah, pokonya hal itu masih sangat dirahasiakan. Kang Asep Ketakutan kalau permintaan yang sudah susah payah dipersiapkan omongannya, ternyata ditolak. Mungkin para netizen yang sedang membaca blog ini pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak oleh seorang calon pendamping hidupnya? Atau ditolak sama pacar? Nah ternyata, si Kang Asep juga pernah merasakan hal itu sekali. Dan rasanya itu tidak bisa dilukiskan bagaimana, mungkin lebih sakit daripada rasa sakit gigi yang berlubang, atau bahkan lebih sakit daripada tangan yang terkena silet hingga berdarah. Tapi tanggal 10 ini rasanya lama. Bahkan perasaan ingin segera hari esok itu rasanya lebi-lebih seperti seseorang yang sedang kebelet untuk buang air besar. Kira-kira netizen bisa membayangkan kan? Tapi ya sudahlah, pokonya si Kang Asep sekarang hanya bisa berdoa saja semoga besok nerima SMS yang isinya diterima, jadi tidak galau lagi seperti hari ini. Wah, jadinya curhat deh. #ehh

Yogyakarta Kota Transit

Episode 2

Exploring the world heritage spot, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Barat.


Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki beberapa tempat-tempat yang dapat dijadikan sebagai sebuah lokasi pariwisata baik itu untuk menikmati keindahan alam ataupun untuk menelusuri sejarah yang sudah terjadi di masa lampau. Kalau dalam perapektif islam, segala sesuatu itu dimulai dengat niat, apapun yang kita lakukan di dunia ini harus memiliki tujuan, jangan sampai kita melakukan sesuatu tanpa adanya sebuah tujuan yang jelas, sehingga hidup kita sia-sia. Dan saat ini, saya sedang berada disebuah tempat yang merupakan salah satu warisan dunia serta telah disahkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa sebagai salah satu dari world heritage spot.

Sabtu, 05 Maret 2016

Yogyakarta Kota Transit

Episode 1
Oleh Asep Rudi Casmana

Hari ini adalah bulan kedua saya berada di sebuah kota yang menyimpan banyak sejarah Indonesia. Konon katanya kota dini dinamakan sebuah kota pelajar atau kota pendidikan, tentunya sebagai sebuah tempat yang banyak menyimpan ilmu, meskipun dalam waktu yang singkat, saya tidak mau menyianyiakan hal itu. Saya tidak mau tinggal di kota ini hanya karna menghabiskan uang untuk menikmati keidahan kotanya saja, tapi tentunya saya juga ingin mencerna banyak ilmu yang dapat saya ceritakan untuk murid-murid saya nanti di kelas.