I'm Asep Rudi Casmana

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Sabtu, 05 Maret 2016

Yogyakarta Kota Transit

Episode 1
Oleh Asep Rudi Casmana

Hari ini adalah bulan kedua saya berada di sebuah kota yang menyimpan banyak sejarah Indonesia. Konon katanya kota dini dinamakan sebuah kota pelajar atau kota pendidikan, tentunya sebagai sebuah tempat yang banyak menyimpan ilmu, meskipun dalam waktu yang singkat, saya tidak mau menyianyiakan hal itu. Saya tidak mau tinggal di kota ini hanya karna menghabiskan uang untuk menikmati keidahan kotanya saja, tapi tentunya saya juga ingin mencerna banyak ilmu yang dapat saya ceritakan untuk murid-murid saya nanti di kelas.

Ayo kita baca buku “nak” !

Oleh Asep Rudi Casmana
Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Anak-anak merupakan aset masa depan sebuah bangsa yang tak ternilai harganya. Mereka adalah para calon-calon agen perubahan yang akan menentukan sebuah kebijakan dan langkah-langkah sebuah negara dibuat. Baik atau buruknya sebuah negara dapat dilihat dari generasi anak-anak yang akan memimpin negara itu. Menyadari akan pentingnya generasi muda untuk negara ini, perlu adanya sebuah usaha mulai dari tingkat yang paling dini untuk dapat mempersiapkan generasi yang masa depan. Selain nutrisi yang berguna bagi kesehatan tubuh para calon pemimpin, mereka juga membutuhkan sebuah “insight” dan “behavior” yang dapat membuat mereka menjadi well-educated persons. Sebagai seorang pendidik, saya berasumsi bahwa hal yang paling utama yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah menumbuhkan kesadaran dan membuat kebiasaan untuk membaca, sehingga kelak setelah mereka dewasa, kebiasaan itu akan menjadi teman sejati kemanapun ia pergi dan membuat anak itu tidak takut akan ketidaktahuan.

Jumat, 04 Maret 2016

Program Bela Negara (untuk siapa)?

Oleh Asep Rudi Casmana, S.Pd.
FOKUSUTAMA.COM – Bela Negara merupakan sebuah program untuk meningkatkan keamanan dan rasa nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baru-baru ini, pemerintah melalui Kementrian Pertahanan sedang mencoba untuk menerapkan dan mensukseskan program tersebut karena hal ini dipercaya dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari setiap individu warga Negara Indonesia khususnya dalam bidang dasar kemiliteran. Namun pada kenyataanya, hal ini sering diasumsikan sebagai sebuah program wajib militer dimana masyarakat yang terlibat dalam program ini harus menempuh latihan fisik dan mental guna mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ketika bahaya perang mengancam. Kebanyakan masyarakat ketakutan dan enggan mengikuti program ini karena tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan pribadi mereka.
Ada banyak pendapat mengenai konsep yang sesuai dengan pelaksanaan dan implementasi dalam mendukung program bela negara. Sebagai seorang guru Pendidikan Kewarganegaran, saya sangat setuju dengan proses pelaksanaan program bela negara ini dengan menerapkan konsep “militer modern” (sebuah konsep yang tidak hanya menekankan kepada fisik dan mental saja, namun juga memperdalam strategi dan taktik secara intelektual dalam peperangan) yang dapat dikonsumsi tepat sasaran oleh warga Negara Indonesia untuk melindungi keutuhan NKRI ini.

Minggu, 16 Maret 2014

Saatnya Pemuda Subang bangkit dalam seleksi PPAN Jawa Barat 2014




Oleh Asep Rudi Casmana, Kandidat PPAN Jawa Barat 2014

Pertukaran pemuda antar negara atau PPAN merupakan sebuah program oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Program ini khusus bagi para pemuda-pemuda terbaik dari seluruh Indonesia, karena proses untuk mengikuti program ini harus melewati beberapa tahap seleksi yang dilaksanakan di masing-masing provinsi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Kegiatan PPAN ini selalu rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan tujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, serta menambah wawasan dan pengetahuan para pemuda Indonesia dalam dunia internasional. Adapun program yang tersedia dalam hal ini diantaranya AIYEP (Australia Indonesia Youth Exchange Program), SSEAYP (Ship for Southeast Asia Youth Exchange Program), ICYEP (Indonesia Canada Youth Exchange Program), IKYEP (Indonesia Korea Youth Exchange Program), IMYEP (Indonesia Malaysia Youth Exchange Program) dan IChYEP (Indonesia China Youth Exchange Program). Program ini dapat diikuti oleh seluruh pemuda di Indonesia yang berusia minimal 18 tahun keatas. Mereka dapat mendaftarkan diri ke Disorda masing-masing provinsi sesuai dengan KTP asalnya. Untuk dapat lolos dalam program ini, setiap peserta harus mengikuti proses seleksi yang telah ditetapkan oleh PCMI (Purna caraka Muda Indonesia), mereka adalah alumni yang telah sukses dalam program PPAN. Setiap provinsi memiliki kriteria dan standar yang berbeda dalam menentukan kandidat yang akan diberangkatkan ke masing-masing negara. Mayoritas mereka lolos setelah mengikuti proses tahapan seleksi selama berkali-kali setiap tahunnya, hal tersebut karena persaingan semakin ketat dan sulit untuk lolos. Sehingga segalanya harus dipersiapkan secara matang. Karena saya asli pura daerah Subang, sehingga pada tulisan ini saya akan memaparkan pengalaman saya ketika mengikuti proses seleksi PPAN di Jawa Barat tahun 2014.