I'm Asep Rudi Casmana

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Jumat, 10 Mei 2013

Asas Pemerintahan yang Baik A’la Belanda

Oleh Asep Rudi Casmana

Belanda merupakan negara yang telah menjajah Indonesia. Berdasarkan catatan sejrahwan Indonesia mengatakan bahwa lebih dari 350 tahun Indonesia dijajahnya, oleh sebab itu wajar saja jika terjadi kemiripan atau bahkan sama dengan negara penjajah. Salah satunya adalah sumber hukum Indonesia yang hingga saat ini belum diperbaiki. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau Wetboek van Strafrecht (WvS), Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) atau Burgerlijk Wetboek voor Indonesie, Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel voor Indonesie merupakan produk peninggalan Negara Belanda yang masih digunakan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada satu hal yang unik mengenai inovasi Negara Belanda dalam bidang hukum, yaitu mengenai Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik atau dalam Bahasa Belandanya Algemene bginselen Van Beboorlijk. Istilah ini merupakan hasil penelitian dari Komisi de Monchy (Belanda) pada tahun 1950 yang berusaha memberikan perlindungan hukum bagi penduduk Belanda yang dilakukan dengan jalan meneliti yurisprudensi. Dimana hasil penelitian ini kemudian dituangkan dalam sebuah laporan yang berisi pokok-pokok peningkatan perlindungan hukum bagi penduduk Belanda, yaitu dengan ditemukannya asas-asas yang dinamakan Algemene bginselen Van Beboorlijk (Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik).

Bachan Mustafa(1979;107) menyatakakan bahwa perbuatan pemerintah yang baik atau layak adalah perbuatan pemerintah yang sesuai dengan tujuan pemberian kekuasaan kepadanya oleh undang-undang. Sedangkan tujuan dari pemberian kekuasaan itu adalah agar badan-badan administrasi negeri ini dapat melakukan tugas mereka yang khusus yaitu menyelenggarakan kesejahteraan umum (bestuurzorg) yang khusus diberikan kepada administrasi negara.
Negara Belanda memandang bahwa Asas-asas umum pemerintahan yang baik (ABBB) adalah norma hukum tidak tertulis, namun harus ditaati oleh pemerintah. Diatur dalam Wet AROB (Administrative Rechtspraak Overheidsbeschikkingen) yaitu Ketetapan-ketetapan Pemerintahan dalam Hukum Administrasi oleh Kekuasaan Kehakiman “Tidak bertentangan dengan apa dalam kesadaran hukum umum merupakan asas-asas yang berlaku (hidup) tentang pemerintahan yang baik”. Hal itu dimaksudkan bahwa asas-asas itu sebagai asas-asas yang hidup, digali dan dikembangkan oleh hakim.
Sebagai hukum tidak tertulis, arti yang tepat untuk Algemene bginselen Van Beboorlijk bagi tiap keadaan tersendiri, tidak selalu dapat dijabarkan dengan teliti. Paling sedikit ada 7 Algemene bginselen Van Beboorlijk yang sudah memiliki tempat yang jelas di Belanda. Ketujuh asas tersebut adalah Asas persamaan, asas kepercayaan, asas kepastian hukum, asas kecermatan, asas pemberian alasan, larangan ‘detournement de pouvoir’, dan larangan bertindak sewenang-wenang.

Berikut adalah penjelasan dari ketujuh asas tersebut:
  1. Asas persamaan: Hal-hal yg sama harus diperlakukan sama.

  2. Asas kepercayaan: legal expectation, harapan-harapan yag ditimbulkan (janji-janji, keterangan, aturan-aturan kebijaksanaan dan rencana-rencana) sedapat mungkin harus dipenuhi.

  3. Asas kepastian hukum: secara materiil menghalangi badan pemerintahan, menarik kembali suatu ketetapan dan mengubahnya yang menyebabkan kerugian yang berkepentingan (kecuali karena 4 hal: dipaksa oleh keadaan, didasarkan kekeliruan, berdasarkan keterangan yang tidak benar, syaranya tidak ditaati); secara formil ketetapan yang memberatkan dan menguntungkan harus disusun dengan kata-kata yang jelas.

  4. Asas kecermatan: suatu ketetapan harus diambil dan disusun dengan cermat.

  5. Asas pemberian alasan: ketetapan harus memberikan alasan, harus ada dasar fakta yang teguh dan alasannya harus mendukung.

  6. larangan penyalahgunaan wewenang: tidak boleh menggunakan wewenang untuk tujuan yg lain.

  7. larangan willekeur: wenang, kurang memperhatikan kepentingan umum, dan secara kongkret merugikan.

Sumber :
Raharjo. 2010. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Laboratorium Press Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta.

Sabtu, 20 April 2013

Tulisanku membawaku terbang ke Thailand


Oleh Asep Rudi Casmana

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Penerima Beasiswa Unggulan dari BPKLN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI

136647764042812510
“Kuncinya adalah fokus”
Teman saya pernah mengatakan bahwa salahsatu dari kunci kegagalan seseorang dalam menggapai impiannya adalah tidak fokus. Namun jika kita fokus kepada salahsatu yang kita inginkan, maka akan menjadi kesuksesan yang kita peroleh dalam kehidupan.
Setelah berhasil menelusuri pusat kota hinggga pelosok Negara Malaysia dan Singapura, target impian saya berikutnya adalah mengunjungi Negara Thailand. Entah bagaimana caranya, Thailand masuk kedalam daftar negarat yang ingin saya kunjungi.Ketika mendapatkan peluang, saya tidak menyianyiakan-NyaSegera saya applypersyaratannya hingga saya dinyatakan lolos.
“Jangan pernah menyianyiakan kesempatan, karena kesempatan itu belum tentu datang untuk keduakalinya

Rabu, 17 April 2013

Indonesia Youth Forum 2013; Bukan hanya sekadar jalanjalan biasa

"Jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari orang lain, maka kita juga harus melakukan sesuatu yang lebih pula dari orang lain"
Menjadi bagian dari 200 orang mahasiswa dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Youth Forum 2013 merupakan suatu penghargaan yang baik. karena terdapat lebih dari 1000 orang pendaftar yang berlomba-lomba untuk mendapatkan 200 kursi tersebut. Kuncinya adalah fokus dan terus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari orang lain. Ketika kita dihadapkan pada suatu pekerjaan, maka kita harus fokus pada pekerjaan tersebut tanpa menerima pekerjaan lain dalam rentang waktu yang bersamaan. Begitupun dalam proses pendaftaran Indonesia Youth Forum 2013.
Pada saat saya melihat peluang di Indonesia Youth Forum 2013, saya tidak ragu lagi untuk segera mendaftarkan diri menjadi delegasi dari Jakarta. Namun dalam  aplikasinya terdapat sesuatu yang menurut saya adalah syarat insidental dari keberhasilan untuk menjadi delegasi yaitu ESAY. Dalam setiap kompetisi untuk menjadi seorang delegasi, esay merupakan hal yang sangat penting. Ada beberapa orang yang meremehkan dalam pembuatan Esay, namun tidak bagi saya. Hal pertama yang saya kerjakan adalah memikirkan ide dari social project yang akan saya kerjakan dan deskripsikan dalam esay tersebut. Setelah menemukan ide, langsung segera eksekusi untuk mendeskripsikan dengan merangkai ide tersebut menjadi sebuah kata-kata yang indah dan nyaman ketika dibaca oleh tim juri.
Beberapa hari kemudian setelah setelah submit aplikasi, saya hampir lupa bahwa saya telah mendaftarkan diri sebagai salah satu delegasi untuk menjadi peserta di Indonesia Youth Forum 2013. Hingga akhirnya ada salah satu delegasi dari UNJ yang memberikan informasi kepada saya bahwa saya lolos. Puji tuhan yang sangat luar biasa ketika saya melihat bahwa nama saya tercantum dalam gabungan dari para siswa dan mahasiswa yang luar biasa dari seluruh penjuru Indonesia yang akan berkumpul di bandung pada bulan Mei mendatang. Namun perjuangan saya belum selesai, karena para peserta yang dinyatakan lolos pada tahap pertama ada 250 orang, sedangkan yang akan menjadi delegasi utama hanya 200 orang, sehingga saya dan teman-teman lainnya harus bersaing dalam tahap wawancara. Pada tahap ini kami diwawancara oleh panitia melalui skype online. Waktu itu saya hampir saja lupa mengenai ide yang telah saya gambarkan dan saya tuangkan kedalam sebuah tulisan pada saat saya pertama kali mendaftar. Karena pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh panitia adalah progress dari social project yang akan kita presentasikan dalam konferensi.
 "Berusaha dan berdoa merupakan dua faktor yang tidak dapat dipisahkan ketika kita akan menggapai suatu impian"
Ketika itu saya merasa tidak yakin dari hasil wawancara yang telah dilakukan, karena panitia hanya cukup membutuhkan kurang lebih 5 menit saja dalam mewawancara saya, sedangkan ketika saya bertanya kepada teman saya, mereka ada yang sampai 15 menit. Namun hati kecil ini akan tetap menerima hasilnya, apapun yang terjadi, itu akan saya terima. Jika saya tidak lolos, maka ini bukan jalan yang harus saya lalui dalam mencapai kesuksesan di Indonesia Youth Forum. Selanjutnya hanya doa yang bisa saya lakukan untuk mencapai kesuksesan dalam forum tersebut.
 
"Man Jadda Wajada (Kesungguhan akan membuahkan hasil)"
 Beberapa hari kemudian saya dikagetkan dengan sebuah E-mail yang berisi :
"CONGRATULATION, You are selected as a participant of Indonesia Youth Forum 2013"
 
Indonesia Youth Forum merupakan suatu agenda khusus untuk pemuda yang berusia maksimal 20 tahun. Dalam forum ini mereka akan berbagi informasi untuk mendiskusikan suatu permasalahan sehingga menghasilkan ide yang baik untuk NKRI. Pada tahun ini Indonesia Youth Forum 2013 akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang akan saya dan official delegates lainnya antara lain adalah youth project presentation, gala dinner bersama Walikota Bandung, menghadiri seminar-seminar kewirausahaan, pertunjukkan kebudayaan Indonesia, bakti sosial pada masyarakat, pengabdian pada alam dengan penanaman 1000 pohon, kampanye minum susu dan masih banyak lagi.
Berikut ini beberapa tips yang pernah saya lakukan ketika mengikuti sebuah kompetisi di tingkat nasional maupun internasional :
1. GAGAL Itu tidak ada.
Dalam kamus kehidupan saya, tidak ada istilah GAGAL. yang ada hanyalah belum rizkinya, belum waktunya, atau Allah masih menyuruh saya untuk belajar. Untuk dapat mencapai seperti sekarang ini, saya sudah merasakan beberapa kegagalan. Banyak program yang saya daftarkan namun ternyata ditolak. Bagi saya kegagalan adalah jalan melingkar menuju kesuksesan. Oleh sebab itu, saya tidak pernah lelah untuk terus mencoba hingga menemukan suatu kesuksesan.
 2. Jangan takut bersaing.
Saya pernah mendengar dari salah satu mahasiswa Indonesia yang sukses kuliah di Thailand. Saat ini dia sudah sukses kuliah dengan beasiswa penuh dari kampusnya. dia pernag mengatakan bahwa "Jangan takut bersaing", jangan pikirkan lawan kita. kita harus merubah pemikiran kita kalau kita mampu dan layak. dan yang paling penting adalah fokus kepada kemampuan serta memaksimalkan persyaratan yang dibutuhkan dalam suatu program.
 3. Improve your English. Tingkatkan kemampuan bahasa Inggris
kemampuan bahasa inggris sangat dibutuhkan dalam sebuah konferensi. oleh sebab itu, bahasa inggris sangatlah penting. dalam hal ini yang paling penting adalah paham yang bisa didapat dari berlatih, berlatih, dan berlatih. Bila tidak mengerti, saya tanya dengan orang-orang yang mengerti.
Sukse untuk semuanya.
Sampai jumpa di Bandung.
Stand Up, Speak Up, Take Action !!
 
 

Hari Terakhir di Thailand

Assalamualaikum
 
Sa baii di mai kap
Salam kangen Indonesia dari Thailand.
Tulisan ini saya buat ketika saya sedang bersiap-siap untuk pulang ke Indonesia. sebelas hari lamanya saya mencari ilmu serta pengalaman yang baru di negeri orang lain, negeri yang penuh dengan tantangan, negeri yang sangat berbeda budaya dan agama, negeri yang sangat aman, serta negeri yang telah memberikan ilmu serta gaya hidup baru dalam kehidupan saya. semua itu tercover dalam sebuah pengalaman dan catatan kehidupan saya disini. Ya, Thailand namanya. sebuah negara yang berada di sebelah utara Indonesia. saya baru tersadar kalau ternyata langkah saya kini semakin jauh dari zona nyaman yang selama ini kurasakan di Indonesia, saya juga baru tersadar kalau keberangkatan saya telah jauh meninggalkan orang tua serta teman teman di Indonesia. namun semua itu hanyalah sementara. saya tidak akan berlama-lama. ini semua saya lakukan untuk meningkatkan derajat kehidupan saya serta keluarga saya. saya ingin membanggakan kedua orang tua saya, saya ingin meningkatkan derajat kehidupan keluarga, sehingga kelak dimasa yang akan datang saya ingin melihat senyum tangis bahagia dari ayah dan ibu saya.
 "Aku pergi untuk kembali"
Perbedaan segala-galanya di Thailand telah membuka pola pemikiran saya untuk dapat berfikir lebih luas. disini saya dipertemukan dengan orang-orang yang sangat luar biasa. mereka telah memberikan stimulis positif dalam pemikiran saya, ternyata apa yang ada dalam pemikiran saya selama ini adalah statis. jika saya tidak merubah hal itu, maka tidak akan ada perubahan positif. Kini saya telah mendapatkan ilmu yang baru, tentunya dengan pola pemikiran yang baru.
Ibarat sebuah tabungan, saya sekarang sedang menabung ilmu dan pengalaman yang akan saya pergunakan beberapa tahun kemudian. karena saya sadar bahwa apa yang saya dapatkan hari ini tidak akan bisa saya gunakan langsung, namun beberapa tahun kemudian. oleh sebab itu, inilah tabungan saya. ilmu serta pengalaman yang dapat merubah pola pemikiran saya.
 "Mimpi itu boleh, namun harus ada langkah-langkah nyata untuk melakukannya"
Suatu saat nanti saya yakin bahwa saya akan membuat suatu perubahan positif untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya yakin bahwa saya akan menjadi salah satu orang yang memiliki pengaruh dalam penentuan salah satu kebijakan untuk NKRI.
Ini adalah jawaban dari mengapa saya selalu ingin melakukan sesuatu yang lebih dari orang lain, bukannya takabur atau bahkan sombong. namun saya memiliki tujuan tertentu untuk dapat meningkatkan kehidupan saya, keluarga serta orang-orang disekeliling saya.