I'm Asep Rudi Casmana

WILUJEUNG SUMPING DINA SERATAN KANG ASEP


Rabu, 04 Mei 2016

The peculiar event namely "Mappanretasi"

Good night all internet citizens who open my blog. In this night, I feel utterly lazy to study relating to academic writing. I have frequently tried to discover the topic in which I will create the critical review from some medias, however I could not focus to write anymore. Therefore, I remember that I have ever read some article from Tempo magazine that I bought in the street vendor in front of Premier Jakarta Hospital. After reading some topic, I think that it is utterly peculiar to be shared to others.
Here we go!
Prior to writing, I am really sorry with regard to my writing. Actually, I am trying to create the better paragraph this night, however it is quite difficult for me. As such, I write free writing. I hope that this article will not minimize netizen intention to come visit and read my personal blogs.

Senin, 02 Mei 2016

What is going on with the case of Yeyen?

By Asep Rudi Camana

In this day and age, the pupils particularly woman studying in the high school have been the victims of raping case and the reasons behind this catastrophe varies. Some people acknowledge that this case is completely caused by the girl since the woman usually come alone when they go home in the night and they wear the t-shirt which ignites the males to rape them. However, other citizens argue that the terrible events are driven to the location as the case is located in the utterly rural areas.
The picture is taken from www.kompas.com
The people arguing that the raping case is caused by the girl are because of the performance. Usually, the pupils learning in the high school have a tendency for showing the shirt which shapes their bodies although they wear the skirt and shirt. This opinion is supported by Sophia Hage in BBC Indonesia, the campaign director of sexual abuses in Lentera Indonesia. What is more, he said that the girls under the age of fifteen frequently come home in the midnight which is utterly dangerous for them to go home. In this case, the viable solution to tackle the problem is that the parents should fully encourage and be surveillance in days and night.

In addition to this, although the case of raping is imperative, sometimes it is never been published by media because the location is in the utterly rural areas. Take Yeyen case as an example, this outstanding student dwelling in Padang Ulak Tanding Village, Rejang Lebong Subdictrict, Bengkulu Province is raped and murdered by 14 males in the very rural place which is close to the river. The girl having 14 years old is tied by the rope in her hand and foot during raping. After the rappers have been satisfied, the girl is littered until she died. This terrible case is happened on Tuesday, 05 April 2016 and published right now. This determines that the case because of locating in the rural areas is not really important.

The aforementioned evidence reveals that there are two main reasons with the case of Yeyen related to not be published relating to the girl itself and the location in the rural areas. Where possible, I argue that this case should be carefully and fully given an attention by the government as the raping case in Indonesia is many.

Senin, 25 April 2016

Gimana sih cara daftar ke kampus luar negeri?

Oleh Asep Rudi Casmana

Episode 10
Jalan terjal menuju beasiswa LPDP

Ini adalah dua episode terakhir mengenai tulisan Beasiswa LPDP sebelum bercerita mengenai suka cita kegiatan persiapan keberangkatan. Pada bagian ini, saya akan mengupas tuntas bagaimana cara mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri. Bagi mereka yang mau mendaftarkan LPDP, teman-teman boleh mendaftar dengan melampirkan LoA atau tanpa LoA karena ini adalah opsional. Namun saya sendiri kemarin ketika mendaftarkan LPDP statusnya sudah mendapatkan LoA Unconditional dari University of Adelaide, Australia.
My future campus (The University of York)
Sebelum membahas lebih jauh mengenai bagaimana cara mendapatkan LoA, saya ingin menjelaskan dulu perbedaan LoA conditional dan LoA Unconditional. Mungkin sebagian dari netizen sudah paham mengenai kedua hal tersebut, jika ada yang baru mengetahuinya, berikut akan saya jabarkan. Jadi LoA conditional atau biasa kita kenal conditional offer merupakan jenis LoA yang menyatakan bahwa kita lulus bersyarat, sehingga ada beberapa berkas yang wajib dilengkapi sebelum kita masuk kuliah. Proses kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan sebelum status conditional offer nya berubah menjadi unconditional offer. Sepengalaman saya, biasanya yang mendapatkan LoA conditional itu adalah mereka yang belum mencantumkan sertifikat bahasa Inggris yaitu IELTS. Hal ini telah membuktikan bahwa secara akademik mereka sudah diterima dan memenuhi persyaratan kampus, namun secara bahasa mereka belum diterima. Sedangkan tipe yang kedua yaitu LoA Unconditional atau Unconditional Offer atau Full offer merupakan surat pernyataan bahwa kita sudah resmi diterima secara penuh. Bersyukurlah bagi mereka yang sudah mendapatkan full offer dari perguruan tinggi luar negeri.

Jika teman-teman sudah mendapatkan LoA full offer dari Perguruan Tinggi Luar Negeri, maka persyaratan IELTS 6.5, TOEFL 550, atau IPK akan hilang, karena sudah tergantikan oleh LoA tersebut. Karena ada beberapa kampus yang memang mensyaratkan IELTS nya di bawah 6.5. Seperti misalnya Mahidol University (Thailand) yang hanya memnita nilai IELTS 4.5 untuk beberapa jurusan ataupun Seoul National University (Korea) yang hanya meminta 5.5 untuk beberapa jurusan tertentu. Artinya dengan nilai IELTS seperti itu, teman-teman sudah bisa mendaftarkan LPDP apabila sudah mendapatkan Full Offer karena kedua kampus tersebut masuk dalam List kampus tujuan LPDP. Saya saja kemarin mendapatkan LoA dari University of Adelaide, Australia yang hanya mensyaratkan IELTS 6.0 namun Alhamdulillah lulus LPDP. Namun sekarang IELTS saya sudah di-upgrade dan berencana mau pindah kampus ke United Kingdom.
Bonus belajar IELTS (tau urban city of London)
Sebelum mendaftarkan ke perguruan tinggi, ada baiknya kita mempersiapkan beberapa berkas yang akan diunggah ke kampusnya. Yang pertam dan paling utama adalah Ijazah dan transkrip akademik, kebanyakan Ijazah dan transkrip dari beberapa universitas di Indonesia ditulis dalam satu bahasa seperti dari kampus saya. Sehingga kita perlu menerjemahkan ijazah tersebut kedalam bahasa Inggirs, tempat terjemahannya bisa di kampusnya sendiri melalui biro administrasi akademik ataupun melalui penerjemah tersumpah. Lampirkan dua-duanya (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) untuk mendaftarkan ke perguran tinggi. Namun jika ternyata sudah bilingual language, ya tidak perlu diterjemahkan lagi.

Persyaratan yang kedua adalah personal statement. Ini adalah yang paling penting, karena disini kita akan menuliskan alasan mengapa memilih perguruan tinggi dan jurusan tersebut serta ekspektasi kita apa selama kuliah disana. Untuk menulis personal statement ini kurang lebih 500 hingga 700 kata sudah cukup. Tulislah dengan gaya bahasa yang baik dan berdasarkan pengalaman sendiri. Untuk yang mau mendaftar ke Australia, beberapa perguruan tinggi Aussie tidak membutuhkan personal statement.
York adalah kota tua di UK, sama seperti kerajaan Roma. Mau?
Persyaratan berikutnya adalah surat rekomendasi. Mengenai surat ini, sebetulnya tidak ada format khusus atau template khusus yang perlu dibuat. Silahkan teman-teman meminta kepada dosen untuk menuliskan alasan mengapa merekomendasikan untuk studi ke Luar Negeri. Boleh ditulis mengenai proses belajar mengajar selama S1, pengalaman organisasi, prestasi dan yang lainnya sehingga teman-teman layak untuk direkomendasikan untuk studi S2 di luar negeri. Mengenai perekomendasi, tidak harus professor, namun cukup dosen yang kenal akrab dan mengetahui kepribadian kita, meskipun pendidikan terakhir beliau masih S2. Sayapun kemarin direkomendasikan bukan dari professor, namun Alhamdulillah diterima di perguruan tinggi tersebut. Kemudian ada beberapa perguruan tinggi yang meminta dikirim langsung oleh dosennya, sehingga pada web pendaftaran, mereka hanya meminta email dosen, kemudian kampus akan mengirimkan email langsung ke dosen, lalu dosen yang menulisnya.

Persyaratan berikutnya adalah curriculum vitae. CV juga merupakan salahsatu dokumen yang penting dalam proses pendaftaran, karena dengan prestasi dan penghargaan yang telah kita peroleh selama S1 akan menjadi pertimbangan utama bagi perguruan tinggi tujuan. Tuliskan pengalaman organisasi dan pengalaman kerja jika ada pada CV anda sebelum mendaftarkan S2.

Berikutnya adalah persyaratan Bahasa Inggris. Dalam hal ini, beberapa perguruan tinggi di United Kingdom hanya mensyaratkan IELTS. Nilai yang diminta juga bervariasi, biasanya secara umum untuk persyaratan magister adalah 6.5 dan tidak ada yang kurang dari 6.0 untuk setiap band nya (listening, reading, writing dan speaking). Sehingga ayo dipersiapkan dengan baik persyaratan bahasa inggrisnya. Bagi mereka yang mau ke Luar Negeri, mulai sekarang ayo belajar dan kenalan dengan yang namanya IELTS. Kalau pada waktu mendaftar tidak melampirkan IELTS, maka jenis LoA yang akan diperoleh adalah conditional offer atau lulus bersyarat.

Syarat yang lain yang perlu dipenuhi adalah Passport. Ya ini merupakan sebuah dokumen wajib yang harus dilampirkan, bagi yang belum memiliki passport, maka segera untuk ke imigrasi membuat paspor yang baru.

Baiklah, sudah paham kan mengenai perbedaan kedua jenis LoA? Juga sudah paham kan mengenai persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan? Sekarang kita meluncur kepada bagaimana cara mendapatkan LoA.
Senang banget ya bisa kaya mereka
Cara mendapatkan LoA dapat dilakukan melalui dua jalan, pertama melalui agen perguruan tinggi dan kedua mendaftarkan langsung melalui websitenya. Untuk mendaftarkan ke agen, caranya teman-teman cukup mengirimkan aplikasi berkas yang tadi sudah saya sebutkan kea gen, lalu agen akan memprosesnya. Bagi mereka yang tertarik untuk studi di United Kingdom, bisa melalui IBEC Jakarta, Jack Study abroad atau bagi mereka yang mau studi ke Australia bisa menghubungi AUG Study, IDP Australia atau Ed-link connect. Mereka akan sangat senang menerima berkas pendaftaran. Prosesnya akan membutuhkan waktu sektitar dua minggu hingga satu bulan. Jadi mohon bersabar saja. Langkah yang kedua adalah mendaftarkan diri ke websitenya langsung, menurut saya ini adalah cara yang paling praktis. Karena kita tinggal mengupload sendiri melalui websitenya, selain itu kita juga bisa tau bagaimana status pendaftaran kita. Caranya silahkan mencari link “apply” di website perguruan tinggi, selanjutnya lakukan untuk pengisian biodata dan upload dokumen yang dibutuhkan.

Ada beberapa perguruan tinggi yang membutuhkan registration fee, dan jumlahnya juga bervariasi mulai dari 500rb hingga 1.5 juta. Jika memang sudah fix perguruan tinggi yang akan dituju adalah kampus itu, maka silahkan langsung saja, namun jika memang masih ada pertimbangan yang lain, cari yang gratis saja. Hehe

UK oh UK
Cukup sekian dulu penjelasan mengenai how to obtain LoA-ya, selanjutnya jika teman-teman pembaca blog ini membutuhkan contoh personal statement, CV, surat rekomendasi dan yang lainnya, saya akan berikan. Silahkan mengirimkan email ke saya di aseprudi83@gmail.com . Namun, saya sangat memohon kepada pengirim email untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu seperti nama, jurusan, angkatan, universitas pada saat s1 serta tujuan kampus dan jurusan S2nya. Kemudian berikan sedikit penjelasan tentang pengalaman selama kuliah S1, tujuannya supaya lebih akrab. kemudian juga sampaikan apa yang dibutuhkan. Email yang akan saya balas yaitu yang perkenalannya jelas.
Semoga bermanfaat.

Terimakasih.







Baca tulisan ini dulu sebelum seleksi substansi LPDP

Oleh Asep Rudi Casmana
Episode 9
Jalan terjal menuju beasiswa LPDP

Seleksi substansi merupakan komponen terpenting setelah kita dinyatakan lolos beasiswa LPDP. Pada bagian ini, seluruh kandidat yang telah dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi akan dikumpulkan pada sebuah tempat untuk dilakukan seleksi substansi. Biasanya tempat untuk seleksi ini dilaksanakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Makassar dan kota-kota yang lainnya. Saya sendiri kemarin memilih untuk seleksi di Kota Jakarta yang tempatnya di STAN Bintaro, alasan saya memilih disini karena lokasinya dekat dengan kampus Universitas Negeri Jakarta. Ada tiga komponen utama yang akan diujikan pada seleksi ini, pertama adalah seleksi wawancara, on the spot writing dan LGD (leaderless group discussion).
1 calon awardee dan 3 orang pewawancara
Sebelum mengikuti seleksi substansi ini, saya benar-benar menganjurkan kepada seluruh peserta yang dinyatakan lolos administrasi untuk mempersiapkan dengan baik. Saya sendiri setelah dinyatakan lolos pada tanggal 2 Februari, langsung mempersiapkan segala-galanya selama kurang lebih 3 minggu. Pada waktu itu, karena ada kawan di Yogyakarta, saya langsung meluncur kost di Jogja hingga semuanya beres.

Pertama adalah seleksi wawancara. Menurut saya, ini adalah komponen yang paling penting yang benar-benar perlu dipersiapkan bagi calon penerima awardee. Langkah yang paling utama adalah membaca kembali isi essay yang sudah pernah ditulis, jangan sampai apa yang ditanya pada saat wawancara, tidak sesuai dengan apa yang ditulis di essay, karena ini akan menjadi sangat fatal. Jika teman-teman memilih untuk studi di Luar Negeri, maka seleksi wawancara ini akan dilaksanakan dalam bahasa Inggris.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti wawancara ini, karena secara umum saya menyimpulkan bahwa pertanyaan itu terbagi menjadi tiga kelompok besar. Yang pertama adalah pengetahuan seputar kampus. Bagi yang memilih studi luar negeri, ayo di breakdown university tujuannya hingga benar-benar paham. Mulai sekarang, dicari tahu dan dihafalkan apa saja mata kuliah per term nya dan berapa SKS, siapa saja nama dosen pengampu per mata kuliahnya, bagaimana system penilaiannya? (kalau di Indonesia, kita menggunakan A B C D E, bagaimana di luar negeri?), berapa uang SPP per tahunnya, apa saja tugas-tugas per mata kuliahnya?, syarat kelulusannya minimal harus menulis berapa artikel?, setiap pertemuan membahas apa saja?, dan yang lainnya. Selain itu juga terkadang ada pewawancara yang menanyakan bagaimana cara membuat visa negara tujuan, bagaimana transportasi dari Bandara ke kampus, dan sebagainya. Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sangat simple dan sebenarnya sudah tersedia dalam website. Jika kita tidak mengetahui hal-hal sepele mengenai itu, berarti kita belum siap untuk studi ke luar negeri. Sebagai sebuah gambaran bahwa salah satu kawan saya yang tidak lolos adalah karena dia tidak mengetahui berapa jumlah SPP yang harus dibayarkan ke perguruan tinggi tersebut.

Berikutnya adalah menghubungi professor. Biasanya, pewawancara menanyakan apakah anda sudah menghubungi professor? Ada baiknya jika kita sudah berkomunikasi dengan professor. Tentunya hal ini tidak dapat dilakukan dalam waktu satu minggu, karena terkadang ada professor yang menjawab sangat lama. Pengalam saya, dosen itu membalas seminggu sekali saking sibuknya. Oleh sebab itu perlu mulai dari sekarang menghubungi professor. Oia, menghubungi professor disini bukan kenalan ya, namun mendiskusikan mengnai rencana thesis kita. Silahkan mulai ditanyakan apakah thesis yang berjudul xxx dapat diteliti di negara dan kampus tujuan? Serta kalau bisa dosen tersebut menjadi pembimbingnya. Tentu saja sebelum menghubungi dosen, kita perlu mengetahui latar belakangnya dia dengan cara mencari artikel atau jurnal ilmiah yang pernah dia publikasikan. Jika ternyata jurnalnya sama dengan apa yang mau kita teliti, maka diskusi akan sangat mudah sehingga teman-teman akan sukses dalam berkomunikasinya. Pengalaman saya, ada kurang lebih empat sampai lima kali saya komunikasi dengan professor. Setelah itu, jangan lupa bukti emainya di print dan dibawa pada saat wawancara. Nanti jika ditanya oleh pewawancara, langsung berikan bukti korenspondensi ini.

Setelah itu adalah mengenai penelitian dan kontribusi ke depan. Pada episode sebelumnya saya menulis bahwa jangan sampai jawaban kita terkesan untuk memperkaya diri sendiri, namun kita harus menjawab secara diplomatis dan memberikan kontribusi untuk Indonesia. Pertanyaan pertama saya pada saat wawancara adalah “mengapa anda ingin melanjutkan studi S2 di Luar negeri?”. Berikan jawaban bahwa karena saya ingin meberikan kontribusi bagi Indonesia. Kemarin saya menjawab bahwa saya ingin berkontribusi di bidang pendidikan, penelitian saya mengenai implementasi pendidikan seks di Indonesia khususnya di SMP dan SMA, (lalu saya sebutkan data dan fakta serta permasalahan terkait kenalakan remaja) sehingga saya ingin memberikan sebuah solusi berupa pendidikan seks (ini adalah rencana thesis saya nanti). Jika penelitian kita sudah mantap, maka ini akan menjadi alasan utama mengapa studi di luar negeri. Misalnya ketika ditanya “mengapa kamu memilih di University of Adelaide? Mengapa tidak di ANU atau Monash yang rankingnya lebih baik?” lagi-lagi penelitian menjadi alasannya. Kita bisa menjawab karena saya sudah menghubungi dosen yang benar benar ahli di bidang ini, meskipun Adelaide rankingnya lebih rendah, namun saya membutuhkan professor yang ahli. Dan professor itu adanya mengajar di University of Adelaide. Pertanyaan berikutnya yang bisa dijawab dengan penelitian “Ngapain kamu jurusan PPKn lanjut ke luar negeri? Di Indonesia saja ya” nah disini, alasan kuat saya adalah lokasi penelitian. Saya katakana bahwa professor saya merekomendasikan untuk meneliti di sekolah XXX, sehingga saya harus studi di University of Adelaide. Serta pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Sehingga perlu adanya persiapan.
jangan sampai seperti ini
Kelompok pertanyaan terakhir adalah seputar kehidupan pribadi yang ditanyakan oleh psikolog. Dia menanyakan bahwa apakah orang tua mendukung, kapan akan menikah, dan yang lainnya. Kalau bagian ini, jawabannya sesuai dengan pengalaman masing-masing. Terakhir, sebelum wawancara ada baiknya teman-teman membuat prediksi pertanyaan dan jawaban. Menurut saya hal ini sangat penting. Kemarin saya membuat 25 prediksi pertanyaan, dan 80 persen dari prediksi itu keluar pada saat seleksi wawancara. Pertanyaan-pertanyaan prediksi tersebut saya kumpulkan dari setiap awardee, biasanya saya paling suka menanyakan kepada seseorang yang sudah wawancara apa saja yang ditanyakan. Setelah itu saya tulis ulang dan membuat prediksi jawaban. Jika ada kawan seperjuangan, coba latihan Tanya jawab dengan dia, karena hal inilah yang akan mempermudah dan mengurangi rasa gugup ketika wawancara. Usahakan pewawancara mendapatkan sebuah jawaban yang tidak dapat diperpanjang dan dipojokan. Salah satu indikator bahwa pewawancara merasa puas dengan jawaban kita yaitu dia langsung berpindah dari topik pertanyaan yang satu ke yang lainnya tanpa memperpanjang pembicaraan.

Setelah wawancara, yang akan para calon awardee hadapi adalah on the spot essay. Sekali lagi mulai tahun 2016, seleksi ini akan dilaksanakan dalam bahasa inggris. Topik yang diberikan yaitu isu-isu yang saat ini sedang menjadi headline dalam media masa. Misalnya pada bulan februari 2016, sedang ada kasus teroris di jalan MH Thamrin Jakarta, kebetulan topic itulah yang saya peroleh. Sepengalaman saya, ketika masuk kedalam ruangan essay, nanti tim pengawas akan memberikan satu lembar pertanyaan dan satu lembar jawaban. Pada lembar pertanyaan, akan disediakan dua buah pilihan topic. Pada saat itu, pilihannya adalah kebijakan plastic berbayar dan teroris. Namun karena saya merasa lebih paham menganai teroris, sehingga langsung saya memilih topic ini. Dalam soal, terlihat bahwa sumber topic diambil dari Koran Jakarta Post, sehingga saya sangat menyarankan kepada para calon awardee untuk terus update Jakarta post. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam topic ini adalah membaca dan menulis. Kemarin saya update dari majalah tempo, setelah membaca, langsung saya tulis kembali dalam bahasa inggris dengan format IELTS Writing task 2. Untuk memperkaya topic, usahakan dalam satu hari kita bisa membaca dan menulis tiga sampai lima artikel. Sehingga harapannya kita mendapatkan soal pada saat menulis yaitu topic yang pernah dicoba.

Seleksi substansi yang terakhir adalah LGD (Leaderless Group Discussion). Disini para calon awardee akan dibentuk menjadi sebuah kelompok yang terdiri dari 10 hingga 15 orang, kebetulan kelompok saya hanya terdiri dari sembilan orang saja. Setelah dibagi kelompok, tim psikolog akan memberikan sebuah topic (pada waktu itu saya mendapatkan tentang Bela Negara) untuk dibicarakan dan didiskusikan. Diskusi akan dilaksanakan selama kurang lebih 40 menit. Dalam durasi tersebut, kita diberikan waktu lima menit untuk membaca isu yang akan didiskusikan. Setelah itu, diskusi akan dimulai dalam bahasa inggris. Dari beberapa sumber yang saya baca, seleksi LGD ini bukan melihat kadar intelektualitas kita, namun lebih kepada sikap dan bagaimana cara kita menghargai pendapat orang lain. Oleh sebab itu, kita tidak perlu dominan dalam hal ini, cukup memberikan perhatian kepada orang lain pada saat bicara serta menghargainya. Ketika kita menyampaikan ide, ada baiknya hal yang pertama disampaikan adalah mengucapkan sebuah bentuk apresiasi kepada beserta sebelumnya dengan mengatakan bahwa saya setuju, kemudian dilanjutkan dengan sedikit pemaparan serta ide yang akan kita sampaikan, terakhir jangan lupa memberikan kalimat yang intinya memberikan kesempatan kepada orang lain yang ingin melanjutkan menambahkan idenya. Berdasarkan pengalaman saya, kemarin saya berbicara kalau tidak salah hanya tiga kali saja. Sekali lagi, dalam seleksi ini lebih ditekankan kepada sikap dan bagaimana cara penyampaian kita pada saat berdiskusi.

Untuk urutan seleksi substansi ini tidak selalu berurutan mulai dari wawancara, Essay dan LGD, namun hal itu sudah ditentukan dan diatur oleh panitia.

Cukup sekian pemaparan mengenai seleksi substansi LPDP, saya berharap bahwa teman-teman dapat mempersiapkan segalanya dengan maksimal sebelum mengikuti seleksi substansi LPDP. Jika ada hal-hal yang kurang jelas, atau ada yang mauditanyakan, boleh kirim pesan melalui e-mail.

Terimakasih.